Kamis, 10 Oktober 2013

Mutu Air

              Air merupakan kebutuhan hidup sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Belakangan ini air bersih merupakan kebutuhan yang sangat langka di jumpai. Namun, berkat perkembangan iptek, maka mutu air dapat diperbaiki. Banyak kotoran yang terdapat di dalam air yang tidak dikehendaki. Air bersih di alam jarang mengandung padatan totoal terlalut (PTT) lebih dari 500 ppm atau 0,05%. Berbeda dengan kotoran yang terdapat pada air kotor, air limbah atau air laut dengan kandungan padatan total terlarun dapat mencapai 50.000 ppm.
              Dalam hal ini akan dibahas beberapa sumber air, yaitu air sumur, air pegunungan, air permukaan, air daerah kering, air di daerah tropic basah dan air payau.
Air sumur, air yang telah merembes melalui lapisan-lapisan mineral, besama air sumber yang masuk ke tanah. Selama proses perembesan, bahan-bahan organiknya hilang. Air sumur dalam dapat d minum karena telah bebas bakteri, namun berbeda dengan air sumur dangkal (bebrapa meter/ belasan meter) tidak boleh diminum mentah. Air sumur dalam selama proses perembesannya juga melarutkan dan membawa mineral, Sifat asamnya menyebabkan memiliki PTT yang tinggi dan sebagian besar PTT itu merupakan kalsium bikarbonat. Bila keasaman hilang, air akan bersifat sadah untuk sementara. Kesadahan cenderung membentuk karat pada pipa, ketel, meskipun tidak membentuk korosi. Air sumur dalam mengandung zat besi dan mangan yang tinggi, bila terjadi kontak dengan udara akan membentuk endapan kuning kecoklatan. Air sumur dalam juga mengandung silica dari pelarutan pasir halus.
Air pegunungan, dari mata air dan hasil dari rembesan batuan berkapur menyebabkan air jernih, kebiruan oleh partikel yang terlarut di dalamnya. Akibat bilasan pada saat perembesan menyebabkan air pegunungan memiliki kandungan alkalinitas dan kesadahan yang tinggi. Terkadang kandungan organiknya juga tinggi. Air pegunungan jugan mengandung partikel batuan halus dan silica, namun dapat difilter.
Air permukaan, seperti air sungai, danau, kanal, bahkan teluk yang menjorok ke daratan. Air demikian biasanya amat keruh, PPT-nya tinggi. Sering sekali sidah tercemar oleh kotoran lain seperti limbah industry, kota dan rumah tangga, sabun dan deterjen posfat, residu pupuk dan pestisida, logam berat, ammonia, nitrit, fenol bahkan bakteri berhahaya. Limbah-limbah tersebut menyebabkan kadar oksigen menurun sedangkan kadar amonianya meningkat. Nila kalium permanganat dan BOD-nya meningkat drastis.
Air daerah kering, kandungan bahan anorganik besar tetapi kandungan organiknya kecil. Uji permanganate memeang dapat memberikan hasil tinggi, tetapi bukan karena organiknya, melaikan karena adanya banyak reduktor anorganik. Air sumur daerah kering banyak mengandung H2S. terkadang air akan terasa hangat, bahkan panas. PTT-nya berlainan. PTT juga dapat mengakibatkan pembilasan mineral. Kadar kalsium (sulfat dan besi) dapat sampai beribu-ribu ppm. Kandunga oksigen yang rendah menyebabkan larutnya zat besi (Fe) dan mangan (Mn) pada sumur dalam.
Air di daerah tropik basah, daerah yang banyak turun hujan, PTT-nya terkadang tinggi, kandungan organiknya juga tinggi. Proses penjernihan biasanya menghasilkan kerak keras yang amat banyak. Pada dasarnya air di daerah tropik mutunya sangat bervariasi. Oleh karena itu perlakukan yang diberikan juga berbeda-beda. Air daerah tropic jugan mengandung kontaminan organism dan bakteri yang tinggi.
Air payau, seperti di daerah pantai. PTT di daerah payau sangat tinggi sehingga diperlukan perlakuan yang memadai agar dapat diperolehair yang bermutu dan siap di konsumsi.
              Untuk menghasilkan air bersih dari sumber air alam, terdapat berbagai pilihan teknik perlakuan. Masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan sehingga terkadang perlu penggabungan dalam perlakuan yang di pilih. Metode perlakuan tersebut meliputi filtrasi, destilasi, , pertukaran ion, elektrodialisis, osmosis balik, ultrafiltrasi dan disinfeksi/setrilisasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar