Air merupakan kebutuhan hidup
sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Belakangan ini
air bersih merupakan kebutuhan yang sangat langka di jumpai. Namun, berkat
perkembangan iptek, maka mutu air dapat diperbaiki. Banyak kotoran yang
terdapat di dalam air yang tidak dikehendaki. Air bersih di alam jarang
mengandung padatan totoal terlalut (PTT) lebih dari 500 ppm atau 0,05%. Berbeda
dengan kotoran yang terdapat pada air kotor, air limbah atau air laut dengan
kandungan padatan total terlarun dapat mencapai 50.000 ppm.
Dalam hal ini akan dibahas
beberapa sumber air, yaitu air sumur, air pegunungan, air permukaan, air daerah
kering, air di daerah tropic basah dan air payau.
Air sumur, air yang telah merembes melalui
lapisan-lapisan mineral, besama air sumber yang masuk ke tanah. Selama proses
perembesan, bahan-bahan organiknya hilang. Air sumur dalam dapat d minum karena
telah bebas bakteri, namun berbeda dengan air sumur dangkal (bebrapa meter/
belasan meter) tidak boleh diminum mentah. Air sumur dalam selama proses
perembesannya juga melarutkan dan membawa mineral, Sifat asamnya menyebabkan
memiliki PTT yang tinggi dan sebagian besar PTT itu merupakan kalsium
bikarbonat. Bila keasaman hilang, air akan bersifat sadah untuk sementara.
Kesadahan cenderung membentuk karat pada pipa, ketel, meskipun tidak membentuk
korosi. Air sumur dalam mengandung zat besi dan mangan yang tinggi, bila
terjadi kontak dengan udara akan membentuk endapan kuning kecoklatan. Air sumur
dalam juga mengandung silica dari pelarutan pasir halus.
Air pegunungan, dari mata air dan hasil dari
rembesan batuan berkapur menyebabkan air jernih, kebiruan oleh partikel yang
terlarut di dalamnya. Akibat bilasan pada saat perembesan menyebabkan air
pegunungan memiliki kandungan alkalinitas dan kesadahan yang tinggi. Terkadang
kandungan organiknya juga tinggi. Air pegunungan jugan mengandung partikel
batuan halus dan silica, namun dapat difilter.
Air permukaan, seperti air sungai, danau,
kanal, bahkan teluk yang menjorok ke daratan. Air demikian biasanya amat keruh,
PPT-nya tinggi. Sering sekali sidah tercemar oleh kotoran lain seperti limbah industry,
kota dan rumah tangga, sabun dan deterjen posfat, residu pupuk dan pestisida,
logam berat, ammonia, nitrit, fenol bahkan bakteri berhahaya. Limbah-limbah
tersebut menyebabkan kadar oksigen menurun sedangkan kadar amonianya meningkat.
Nila kalium permanganat dan BOD-nya meningkat drastis.
Air daerah kering, kandungan bahan anorganik besar
tetapi kandungan organiknya kecil. Uji permanganate memeang dapat memberikan
hasil tinggi, tetapi bukan karena organiknya, melaikan karena adanya banyak
reduktor anorganik. Air sumur daerah kering banyak mengandung H2S.
terkadang air akan terasa hangat, bahkan panas. PTT-nya berlainan. PTT juga dapat
mengakibatkan pembilasan mineral. Kadar kalsium (sulfat dan besi) dapat sampai
beribu-ribu ppm. Kandunga oksigen yang rendah menyebabkan larutnya zat besi (Fe)
dan mangan (Mn) pada sumur dalam.
Air di daerah tropik basah, daerah yang banyak turun hujan,
PTT-nya terkadang tinggi, kandungan organiknya juga tinggi. Proses penjernihan
biasanya menghasilkan kerak keras yang amat banyak. Pada dasarnya air di daerah
tropik mutunya sangat bervariasi. Oleh karena itu perlakukan yang diberikan
juga berbeda-beda. Air daerah tropic jugan mengandung kontaminan organism dan
bakteri yang tinggi.
Air payau, seperti di daerah pantai. PTT
di daerah payau sangat tinggi sehingga diperlukan perlakuan yang memadai agar
dapat diperolehair yang bermutu dan siap di konsumsi.
Untuk menghasilkan air bersih dari
sumber air alam, terdapat berbagai pilihan teknik perlakuan. Masing-masing
memiliki keunggulan dan keterbatasan sehingga terkadang perlu penggabungan
dalam perlakuan yang di pilih. Metode perlakuan tersebut meliputi filtrasi,
destilasi, , pertukaran ion, elektrodialisis, osmosis balik, ultrafiltrasi dan
disinfeksi/setrilisasi.